Kamis, 23 Januari 2014

Cara Memperlakukan Motor Mogok Saat Banjir

Puluhan motor terendam banjir di Jl Sunda, Jakarta, TEMPO/Subekti
Meski intensitas guyuran hujan belum besar, saat ini musim hujan telah tiba. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kemungkinan terjadi banjir sangat besar.

Bagi Anda pengguna sepeda motor wajib memahami tindakan darurat yang harus dilakukan manakala kendaraan tunggangan mogok setelah melibas genangan air. "Saat tidak mogok sekalipun beberapa komponen terpenting seperti busi, karburator, dan mesin wajib diperiksa,” tutur Wahyu Ismawan, pemilik Bintang Motor, Rawasari, Jakarta Pusat, Senin, 24 Oktober 2011.

Sedangkan penyebab motor mogok di saat menerjang banjir, kata Wahyu, ada tiga faktor. Ketiganya adalah busi basah karena terendam air, knalpot dan karburator kemasukan air. “Semuanya mudah diatasi dan siapa pun bisa melakukannya,” kata Wahyu.

Bagaimana cara tersebut? Berikut penjelasan Wahyu:

1. Keringkan dan bersihkan busi

Busi yang memiliki fungsi sebagai pemantik api yang digunakan dalam proses pembakaran di mesin sangat sensitif bila terkena air. Bila peranti itu basah, tidak akan mampu memantikan api, sehingga motor pun mogok.

Karena itu, bila motor mogok setelah menerjang banjir, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mengecek sekaligus mengeringkan dan membersihkan busi. Lepas busi dari tempatnya, dan tutup lubang busi di mesin dengan kain bersih yang kering.

Setelah itu lap busi, terutama bagian elektrodanya, dengan kain kering yang bersih. Bila telah kering kemudian gunakan sikat gigi atau ampelas halus untuk membersihkan ujung elektrota atau kepala busi. “Sebab bisa jadi ada kotoran yang menempel, sehingga menyebabkan kerja busi tidak maksimal,” begitu saran wahyu.

Sebelum busi kembali dipasang, lakukan pembuangan uap air yang mungkin ada di mesin terutama lubang busi. Caranya jangan mencabut dulu kain yang digunakan menutup lubang busi, kemudian starter motor secara manual dengan kick starter dalam kondisi kunci off. “Lakukan cara itu beberapa kali. Setelah itu pasang kembali ke busi,” kata Wahyu.

2. Kuras air di knalpot

Langkah kedua yang harus Anda lakukan adalah menguras atau membuang air yang mungkin masuk ke knalpot. Pasalnya keberadaan air yang masuk ke perangkat itu akan menghambat arus gas buang sisa pembakaran di mesin. Akibatnya motor mogok.

Caranya, posisi motor dengan menggunakan standar tengah dan bila memungkinkan ganjal standar tersebut dengan kayu atau batu, sehingga posisi motor njomplang. Langkah ini bertujuan agar air yang ada di dalam knalpot keluar.

Setelah Anda yakin air telah keluar semua, tetesilah knalpot dengan oli agar tak berkarat.

3. Keluarkan air di karburator

Faktor penyebab motor mogok sesaat setelah menerjang banjir adalah air yang masuk ke karburator. Karena itu, bila Anda telah melakukan dua langkah seperti di atas, sebaiknya memeriksa karburator sekalian.

Hal itu untuk memastikan tidak ada air yang bercampur dengan bahan bakar di karburator. “Anda tak perlu repot membongkar karburator,  cukup membuang air dari saluran bahan bakar dan karburator,” ujar Wahyu.

Caranya, tutup kran saluran bahan bakar dari tangki ke karburator. Kemudian putar baut pembuangan di karburator ke arah berlawanan dengan arah gerak jarum jam hingga maksimal. Bahan bakar pun akan mengalir keluar.

Pastikan tidak ada bahan bakar yang tersisa di karburator. Bila telah bersih, kembalikan baut pembuangan ke posisi semula dan buka kembali kran bahan bakar dari tangki ke karburator.

4. Lakukan pemanasan mesin

Bila ketiga langkah tersebut telah Anda lakukan, jangan langsung menghidupkan mesin dan menjalankan motor. Langkah pertama, lakukan starter motor secara manual dalam kondisi mesin mati atau kunci off hingga beberapa kali.

Setelah itu, baru aktifkan mesin atau kunci dalam posisi on. Kemudian starter mesin, dan tunggu mesin menyala hingga 3-5 menit. “Motor pun sudah bisa kembali Anda jalankan,” ucap Wahyu.

Cara seperti itu memang terlihat remeh atau sepele. “Tapi cara itulah yang harus dilakukan bila ingin motor Anda awet,” kata Wahyu.

Sumber :http://www.tempo.co/otomotif/
Copyright 2013-2015© www.alarmmotorku.com