Senin, 27 Januari 2014

Tips Merawat Alarm Motor

Didalam pasar alarm motor, ada beberapa hal yang sering dikonotasikan negative jika terjadi masalah motor, seperti accu, air dll. Untuk menghilangkan image negative dimasyarakat terhadap Alarm, satu –satunya cara adalah dengan menjelaskan secara persis bagaimana cara kerja Alarm, sehingga pelan tapi pasti kita harapkan bisa menghilangkan persepsi yang salah dipasaran Alarm.

Alarm E-lock
Masalah Accu

Dari pengalaman kami, selama Accu terawat dengan baik, jarang ada masalah dengan Alarm, Alarm E-lock tidak akan merusak Accu, karena konsumsi arusnya HANYA 8mA/jam, sebagai perbandingan satu lampu netral saja konsumsinya 330mA/jam, jadi E-Lock  40 kali lebih kecil dari lampu netral.
Sebagai ilustrasi, dalam kondisi normal, diperlukan hanya 2 menit mesin nyala untuk mengisi kembali arus yang dipakai E-lock selama 1 jam (asumsi kapasitas chare mesin ke Accu sebesar 250mA/jam).
 
Ada beberapa pengetahuan umum mengenai Accu :

Dalam kondisi NORMAL, umur Accu sekitar 1 s/d 1,5 tahun tergantung perawatan, jika  Accu soak setelah satu tahun lebih, jangan menyalahkan Alarm, berarti Accu sudah waktunya diganti..(jika tidak maka pabrik Accu bisa tutup).
  1. Jika motor lama tidak dipakai, misalnya libur panjang, cabut fuse /skring Accunya. Jika dibiarkan terhubung terus, maka impedansi kabel dimotor akan menghabiskan arus Accu untuk jangka waktu panjang…
  2. Jangan pernah membiarkan air Accu kering, cek selalu setiap kali melakukan srvis motor, atau Accu akan cepat mati/rusak. Untuk motor yang menggunakan Accu kering, maka hal ini bisa diabaikan.
Jika Anda sudah memahami umur Accu dan perawatannya, saya yakin Anda atau siapapun tidak akan menyalahkan Alarm, jika Accu soak maka penyebabnya kemungkinan salah satu dari yang di atas, berarti ada masalah dengan kiprok/regulator ataupun spool pengisian di motor Anda.
 
Masalah Air
 
E-lock didesain dengan Low impedance system, artinya air tidak akan merusak alarm E-lock. Air pada dasarnya menpunyai resistensi yang nilainya tergantung kondisi, semakin bersih air maka tingkat resistensinya semakin tinggi.
 
Ada 2 hal yang sering timbul jika unit dalam keadaan basah yaitu pertama, sirene kadang bisa bunyi karena transistor ”leaking” dan kedua, frekuensi RF Module bisa bergeser jika kena air. Namun dua hal tersebut diatas akan hilang dengan sindirinya apabila unit sudah kering. Intinya adalah E-lock tidak akan rusak/terbakar karena air.
 
Dan mengatasi hal tersebut diatas, disarankan untuk membungkus Main Unit dengan kantong plastic yang selalu disertakan disetiap unit alarm E-lock, tujuannya selain aman darimasalah diatas, juga main unit bisa bertahan lebih lama, karena jika rangkaian elektronik selalu kena air, kemungkinan akan timbul karat yang bisa memperpendek usianya (jalur putus dll).
 
Jangkauan Remote Makin Dekat
 
Jika remote makin lama makin dekat, ada dua kemungkinan yang bisa dicek yaitu:
  1.  Baterry diremot sudah lemah, jika Anda biasa memperhatikan lampu indikator di remote, intensitas nyalanya akan tampak melemah. Ganti battery dengan tipe A23 Alkaline yang bisa dengan gampang dijumpai di toko.
  2. Frekuensi remote kabur, hubungi Dealer E-lock terdekat untuk pengecekan.
Remote E-lock

Sirene tidak Bunyi Pada Saat Lock/Unlock
 
Jika sirene tidak berbunyi, ada kemungkinan yang bisa dicek yaitu :
  1. Cek apakah statusnya silent mode. Caranya nyalakan kunci kontak, jika alarm berbunyi artinya silent mode.
  2. Nyalakan kunci kontak, jika alarm tidak berbunyi namun lampu sein berkedip, itu artinya alarm tidak rusak, coba dicek kemungkinan diatas.
Alarm Bunyi Sendiri

Jika alarm bunyi sendiri, ada kemungkinan yang bisa dicek yaitu :
  1. Accu soak, cek sesuai dengan prosedur yang sudah dijelaskan diatas. Tegangan accu yang kurang dari 8 Volt akan membuat Main Unit E-lock mereset, sehingga menimbulkan sirene aktif.
  2. Main Unit kena air, buka main unit lalu keringkan dengan kain, dan pasang kembali.
  3. Main unit rusak. Hubungi dealer E-lock terdekat.
Copyright 2013-2015© www.alarmmotorku.com