Jumat, 14 Februari 2014

Tips Pencegahan Pencurian Motor ala MSF (Motorcycle Safety Foundation)

  1. Kunci stang motor dan simpan kuncinya baik-baik. Banyak kasus pencurian terjadi karena mesin motor yang dimatikan, tapi tidak ditambah dengan kunci stang.
  2. Kunci garpu depan atau disk brake dengan alat pengaman yang besar, berwarna/bertulisan terang agar pencuri urung melakukan niatnya.
  3. Apabila berkendara dengan rombongan, usahakan mengunci motor disatukan dengan motor rekan lain ketika sedang parkir.
  4. Apabila berkendara sendiri, usahakan mengunci motor dengan objek-objek yang susah dilepas atau sulit dipindahkan. Misalnya dengan lampu jalan, tiang listrik, dll.
  5. Apabila berkendara jauh dan menginap di penginapan atau hotel, parkirlah motor ditempat yang bisa terlihat kamera pengawas. Kalau tidak memungkinkan, maka parkirlah sedekat mungkin dengan kamar penginapan.
  6. Sering-seringlah memeriksa arau mewaspadai motor apabila lagi diparkir di suatu acara keramaian. Yang lebih penting segeralah mengecek kembali motor beberapa saat setelah anda pergi. Atau pakailah trik balik lagi, serta mengamati lingkungan atau orang-orang yang ada disekitar motor.
  7. Apabila parkir motor di garasi rumah, tempatkan motor dibagian paling dalam garasi sesudah mobil. Hal ini untuk mencegah niat pelaku dimana motor tidak bisa dikeluarkan tanpa mengeluarkan mobil terlebih dahulu. Pastikan garasi selalu dalam keadaan terkunci.
  8. Jangan pernah menyimpan BPKB/STNK/SIM atau surat-surat penting di dalam bagasi motor, atau tempat-tempat penyimpanan lainnya di motor anda. Simpanlah semua dokumen penting di dalam dompet.
  9. Buatlah tanda yang unik atau membuat foto fisik motor agar apabila terjadi kasus pencurian maka kita bisa memberikan data foto tersebut kepada pihak yang berwajib maupun disebarkan kepada teman-teman.
  10. Daptakan asuransi motor untuk menjamin kerugian akibat kasus pencurian/kehilangan.
  11. Jangan pernah meminjamkan motor kepada orang yang tidak pernah dikenal. Apapun alasan dan keadaannya, jangan pernah memberikan pinjaman motor kepada orang lain.
  12. Pasang alarm yang bisa mengeluarkan suara keras agar pelaku segara mengurungkan niatnya ketika ia akan melakukan pencurian.
  13. Waspadai pencurian motor dengan modus baru seperi berpura-pura, mengaku kenal dengan keluarga, mengaku utusan dari kantor, dan segala macam cara penipuan untuk mengelabui pemilik agar mau melepaskan motor ke tangan pelaku (kasus pinjam-meminjam dengan berpura-pura).
  14. Jika memang lagi apes, motor hilang segera melaporkan kepada Kantor Polisi setempat a.l. Kantor Polsek, Kantor Polres, Kantor Polwil atau Kantor Mapolda Metro Jaya tidak lebih dari 24 jam.
  15. Setelah melaporkan kejadian kepada petugas Polisi RI; maka pelaporan dilanjutkan kepada perusahaan asuransi (jika ada polis asuransi) tidak lebih dari 3 x 24 jam kerja.
Selain darai pada keamanan fisik motor, dan yang perlu diingat juga adalah keamanan atas barang berharga lainnya seperti HELM dan JAKET yang sering kali menjadi target pencurian.

sumber : http://www.msf-usa.org/downloads/Preventing_motorcycle_theft.pdf
Copyright 2013-2015© www.alarmmotorku.com